Belajar itu membuat orang tidak tahu menjadi tahu, Mengupas kepribadian hingga menjadi dewasa, Memb

Senin, 13 Maret 2017

logika berkabung

kamu datang bersamaan dengan peristiwa besar yang terjadi dalam hidup ku. kepergian mu meninggalkan noda tersendiri. noda yang mungkin harum, namun membuatku harus terlihat kotor. dirimu, bagai bintang yang sulit aku gapai. bagai awan yang tak mungkin aku bisa menyentuhnya. pergi dengan tanda tanya, dan menanti adalah hal kekonyolan bagi ku. di setiap saat aku harus melamun. mendambakan ada pesan kembali tertuju padaku. ada semangat yang kembali bisa membakar motivasi ku. kini engkau hilang, benar benar hilang. akupun harus mengalah pada takdir dan prinsip mu.

dirimu takkan goyang, walau badai menerpa mu.

rasanya aku harus berhenti. berhenti menjadi lelaki pengecut yang hanya menanti keajaiban. aku sirna dimakan waktu. aku hancur dan harus mengalah.

dirimu kini bagaimana dan seperti apa. apa pedulinya aku? di saat aku terjatuh tiada tangan yang menolong ku tuk tetap bangkit. hanya keluarga yang rela mengorbankan apa saja. rela menjadi beban agar aku bisa kembali berdiri. sosok mu hilang, karena mungkin kau telah menikmati ku. pengorbanan yang kamu rasakan dan bawa pergi. derita pun kau rela tinggalkan. bagaimana hukum karma bagi mu kelak. aku kesal dengan takdir itu. mengangkat batu gunug, dan jatuh menyakiti tubuh ku sendiri. bagai berjudi, aku kalah telak. bila mengikhlakan kehilangan itu. ya.. aku dituntut ikhlas. masih ada serpihan yang mungkin bisa membawa mu. tapi itu mungkin telah kau lahap. dan hilang bersama prinsip mu. kejaaam. sangat kejam.

aku pun terhiasi asap rokok. membumbung seperti harapan yang pernah aku gadai. jatuh dan terkapar seperti mayat. tapi kamu tetap pergi. entah seperti apa hukum Tuhan berlaku pada mu. apakah kamu yakin hidup mu bisa baik dengan menganggap ku sampah. telah berkorban, tapi kamu anggap itu  hal biasa. biasa bagi orang yang mungkin kau anggap patung, dan bisa jadi yang kau maksud itu tidak punya rasa.

sakit yang kau torehkan itu berlebihan. cukup kembali datang dan menjadi orang yang baik. kamu telah hilang. hilang seperti asap rokok. hilang dan hanya menggalkan bau yang nista.

cukup...

aku angkat bendera untuk tidak mendekati mu lagi. aku hanya meminta kau hadir sebagai orang yang ada untuk sedikit mengobati apa yang aku derita. aku ingin kembali.... tolong kembalikan aku sebagai pelajar yang dekat dengan bukunya. sebagai pena yang tak henti - hentinya melukiskan kalimat indah. serta membuat ku kembali menjadi manusia di masa depan. hancur.. dikala hantaman badai aku harus berdiri. berjalan mencapai sebuah target finish untuk mengumpulkan apa yang disebut rupiah. aku menjadi pengejar materi. untuk apa..? untuk membayar segala yang telah habis dilahap ambisi dan sifat arogan ku. aku Tunduk ya Allah, bantulah hambah menyelasaikan dominan angka itu utnuk aku kembali bisa hadir di lautan ilmu Mu. aku merindukan Al Azhar dan pelangi yang nampak dari bukit megah Mu. aku ingin kembali....

bila orang yang menyakitiku harus sulit jalannya. permudah ya Allah. semoga cita - citanya tergapai. harapannya menemukan manusia hebat yang meurutnya cocok dengannya. pertemukan lah.. agar ia tidak menghancurkan banyak orang lagi.. dia tidak bermaksud jahat.. hanya saja jalannya salah. Ya Rob, semoga kata - kata ini. tidak begitu melukainya. sama dengan tindakannya pada ku.

aku sayang dia sebagai saudari yang telah menyadarkan ku. meskipun harus kehilangan. bawalah ia sebagai teman yang tidak ada beban di kemudian hari. aku ingin berdamai. menjadi lelaki benar. lelaki yang tidak mudah menyerah. lelaki yang masih ada masa depan di hadapannya. semoga kegagalan ini menjadi warna tersendiri yang mebuat ku menjadi makhluk Mu yang penyabar. jadikan ia wanita Istiqomah dan datang sebagai mentari yang membawa sinar bagi alam pikiran yang gelap. semoga Tuhan, engkau maha baik lagi bijaksana... Amin..

walau kata ini banyak menyakiti. 

Senin, 15 Agustus 2016

seleksi hidup

kadang aku harus berlari mengejar harapan. kadang harus meneteskan air mata mengenang kekalahan yang pernah ada. di sini aku masih merintih memohon belas kasih. akan kah kesempatan itu terulang.? sangat miris hidup ini jika terombang-ambing dalam kasih yang tak pantas. apakah ini cinta yang bertepuk sebelah tangan, atau masih ada harapan untuk berjuang.

logika kadang dikandaskan rasa. informasi yang masuk kadang membuat diriku hampah tiada tara. aku kadang berbaring dan terus saja, fikiran ini suntuk tak berdaya. dihantam kemungkinan-kemungkinan buruk tentang mu. tentang pria lain yang datang ingin menjemputmu. aku sudah kalah dalam pertarungan ini. pengorbanan dengan modal nekat dan kebodohan. masih ada kah kesempatan Tuhan.... masih adakah harapan...???

selama bertahun-tahun aku berharap bisa bertemu dengannya. dengan pesona yang ia lampirkan. kadang membuat ku ingin mengahpusnya dalam pandangan. selalu tersenyum dan membuat hati ini terguncang. mengapa ada wanita di dunia ini. apa ingin merusak atau untuk megokohkan persendian lelaki. betapa banyak lelaki mnegorbitimu. tanpa kau sadari, aku bagai orang tak berdaya. terlalu parcaya akan sebuah takdir. katakan.. pertemuan kita hanya sebuah dongeng, hanya kebetulan. dikala mencari kesempurnaan, kau membuang aku dengan begitu sadis. tak memberi harapan, menutup segela kemungkinan yang ada. Engkau kadang berlaku sinis dan tak lembut lagi padaku. padahal, terang-terang aku butuh seseorang. memang hanya Allah yang adil dan baik berlaku pada manusia. makhluk kadang menyakiti kadang menyantuni.

pikiran ku lepas terbawa suasanan buruk. dikala hujan melanda, terkadang doa pun datang menemani. bagai kesepian ketika sujud. kesepian dan ketenangan terlampirkan dalam munajat penuh pengharapan. dirinya pergi dibawa angin dan hilang entah kemana. aku mengintip dibalik jendala. aku menatap senyum yang masih membeku. menatap kedinginan yang dipoleskan dengan teduh dan sayu.. mengapa hujan ini begtiu merdu, membuat ku lelah untuk bermimpi dan membuat ku semnagat untuk berdoa. katakan.. kita akan bertemu, kita akan bersama, cinta ini terlalu sakit untuk dipendam. terlalu damai dibayangkan. andaikan langit berbicara, bintang berteriak, awan berdasnsa dengan lunglai. akan kah aku bertanya dan mereka menjawab tanya ku...

mendoa kan dirimu adalah satu-satunya cara mencapai ketenangan batin. ketika sholat menyebut asmaNya yang maha kuasa. kau pun tak kuasa ku dengungkan. tangan mengadah, suara Amin yang menderuh bagaikan aku tak sendiri. aku bersama jamaah sholat yang setia mendoakan mu. suara itu indah bila aku renungkan. bagaikan rintik air yang menusuk sukma. dalam suasana hati terus aku berdoa. risih bukan? aku selalu bertanya pada gemuruh riuh yang bersahaja. akan kah malam akan berakhir dan mentari siap menyinari ku..?

Tunduk ku pada Ilahi Robbi. aku berlutut memohon agar segala kesalahan ini diampuni. begini rasanya dibuai. terombang ambing tanpa sebuah kejelasan. ketika doa terpanjat. aku memohon agar aku diberi kesempatan, diberi ketenangan, diberi ketenangan.... Mungkin kah ini adalah gejolak muda yang harus aku ikrar kan.? di hadapan Tuhan maha kuasa. ketika ketidak cocokan membisik jiwa mu, dengan serta merta kau lontarkan kalimat itu. menyakitkan. ingatkah betapa semangatnya aku untuk menjemput kehadiran mu. aku lelah dalam perjalanan panjang. melintasi udara membentang. menyayat jiwa bila dikenang.

oh wanita.. dalam kehancuran aku berupaya untuk bisa tampil di hadap mu. sikap yang kacau dibalut keadaan ingin tampil terbaik. ternyata, memang dirimu lebih suka sebuah kejujuran. aku jujur tak sanggup tidak memiliki mu kala itu. aku cemburu bukan main. mungkin aku hanya setetes tinta yang harus dihapus dalam hidup mu. aku bukan yang terbaik, bukan yang terindah, bukan lagi orang yang kau harapkan. orang yang bisa membimbing untuk sisa hidup mu. bukan lagi orang yang bisa menyemangati dan kau jadikan panutan. kau mencari lagi, dan terus mencari...

Ya Tuhan ku. ikhlas kah hambah mu? jika pengorbanan sebesar bumi, mampu kah hambah menandingi besarnya bima sakti. mampukah hambah bersabar nan tiada ujungnya. bagaikan lonceng yang berbunyi memercikkan bunyi gembala di teliga ku. bagaikan aku harus hilang dan kadang tak sanggup melepas. apakah sujud bisa menenangkan semua? apakah hambah hanya bisa berdiam dan menunggu hasil terbaik Mu. sulit ya Allah.. begitu sulit. maafkan aku ya Rob...

 

Kamis, 14 Juli 2016

Istana yang kokoh

Ummah, aku harap engkau dapat membaca tulisan ini. tulisan biasa yang bisa sedikit membuat hati ku tenang. di kala hari pertama kita mulai dekat, engkau merisaukan bebrapa hal. aku sangat mendegarkan. di perjalan dari Jogja ke makassar. itu yang aku dengar kan. curhatan hati mu. kerisauan mu terhadap sahabat yang pernah hadir dalam hidup mu. rasa rindu kepada keponakan mu yang masih sangat lucu itu. dan banyak perjuangan yang sempat kau beberkan ke aku. aku heran, mengapa engkau banyak membuka cerita kepada ku. dan akhirnya aku memilih untuk menjadi pendengar yang baik. pendegar yang setia. dan di saat sikap ku yang tidak wajar, sempat menggoyang bahtera yang selama ini berlayar dengan mulus. kini terombang-ambing terkena ombak keegoisan ku, umah. tahukah kamu, aku kali ini juga ingin berbicara banyak pada mu. mungkin saat ini masih ada sesal. tapi mohon, lupakan itu semua.  aku ingin bercerita. tolong dengarkan aku... !

Di sini, di tengah keluarga yang sangat sederhana, Aku kembali bertemu keluarga ku. keuarga yang sangat biasa. keluarga yang apa adanya. Dengan 4 orang adik, ayah yang berjuang melawan penyakit yang diderita, dan ibu kuat yang menjadi penyemangat hidup. kita sudah bertemu kan. kamu sudah melihat betapa kurangnya aku. betapa tidak sabarannya aku. betapa buruknya aku. ketika engkau seharusnya khusyuk ibadah, dan sering sikap ku membuat mu tidak nyaman. maafin aku yah, aku masih belajar memaknai kehidupan ini. roda kehidupan mengantarku pada klimaks penyesalan. dahulu hidup ku stabil, bisa belajar dan juga mengais rejeki. kini, seperti ummah tahu, aku juga tidak bisa ikut ujian. itu karena apa? iya karena jaringan atau relasi yang sangat fatal, sesak dada ini bila aku paparkan semua tentang mereka.

AWAL OBROLAN...

Bermula ketika engkau mau balik ke indonesia, ketika aku butuh sesuatu kau hadir dan mengadakan jasa itu. Iya, waktu itu kamu menyediakan bagasi kan? itu awal dari percakapan kita. tapi, perlu kamu ketahui, tentang bisnis yang pernah kita obrolkan. semuanya pernah diukur. tapi, mungkin katamu ekspektasi. tapi, alhamdulillah sedikit ada celah untuk menyambung perencanaan ini. project yang sudah aku usung beberapa tahun lamanya. iya, mungkin ada 2 atau 3 tahun lalu. ketika aku masih sering bermimpi dan menghabiskan malam ku dengan pemikiran-pemikiran aneh. mungkin aku seperti mu. aku suka merencanakan sesuatu. Tapi, adanya kamu tegar dan disiplin. Aku lebih sering diremuk dan dibawa ombak. Entah sekarang aku terdampar dimana. di satu sisi, engkau konsisten dan pendirian mu sangat kuat. aku lebih senang dibawa arus kehidupan. aku jujur, baru belajar membina prinsip itu. iya, mungkin setelah kamu mengenal ku. di saat itu aku sangat banyak belajar tentang ''semengat indah mu''.

mungkin, aku adalah fans mu. pembaca setia dari cerita yang kau saji di muka laman mu. ceritanya jujur dan sangat detail. persis dengan kpribadian mu, ummah. iya memang, keluarga sangat berpengaruh dengan karakater seseorang. keluarga pembisinis, pejuang, dan tak pantang menyerah. Bisa saja, ketika aku dalam kondisi mu aku sudah hilang dari peredaran. dengan kuatnya, kamu bisa bertahan tanpa asupan dari saudara laki-laki mu. kaka yang sebagai orang tua mu selama di negri rantau. bumi kinanah. bumi para Nabi-Nabi Allah diuji. bumi yng menghasilkan banyak manusia hebat yang mampu menjawab tantangan zaman. iya, aku pernah membaca tulisan mu di salah satu judul di '' merah putih di negri kinanah'', aku ingat tentang sekantung ikan yang tertinggal itu. aku ingat, iya.. kejujuran dan dedikasi orang mesir itu kan?

ibarat bintang, kau seperti kejora di hitamnya malam. ketika orang lain mengambil jurusan yang memang biasanya. kau luar biasa dengan pilihan mu itu. tampil cantik dan percaya diri di setiap seoson. makanya aku sempat bilang, keuletan mu itu nilai jualnya tinggi. itu, ketika aku sok jadi seorang pengusaha. padahal tahu ngak', waktu itu aku masih baru mau siap-siap pulang untuk ditipu. iya, diantara relasi yang ku miliki, baru dari Prof. Haryoko yang buatku hidup. Dari Mahpud, kepala gundul tangan kanan penipu Buyung mareso. aku bersahabt lama dengannya di kali bata city. ternyata dia juga orang gagal yang tersesat di Jakarta. aku yang datang langsung dilahap, ibarat buaya yang ketemu daging empuk. Mareso lah yang buat iya percaya diri. kemudian pak Daud, masih ingat kan? iya juga korban Mahpud dan Mareso yang ujung-ujungnya sekarang ia sudah melarat. Berat ya kehidupan di Jakarta, ummah. aku lebih bisa merasakan ketenangan di kota solo, atau salatiga. dimana kini aku berkantor dan memulai menjalankan karir bisnis di kota jawa tengah ini.

Ummah, tahu kah saat ini. aku terus mencoba untuk memahami diri ku. aku masih sulit menjadi lelaki yang ada dalam imajinasimu. seorang penyabar dan rajin ibadah, seorang yang dapat diandalkan. aku masih jauh dalam kategori itu. aku tidak mundur untuk apa yang sudah aku tanamkan dalam diri ku. cinta, karir, dan agama, semuanya butuh perjuangan kan. aku malu menuliskan ini untuk mu. tapi, bagiku aku ingin terus terbang dengan dua sayap yang kau titipkan. aku ingin menunggu subuh di malam penantian. di kala pintu terbuka lebar. izinkan aku masuk ke dunia mu. sama seperti awal kau buka kan aku pintu untuk mengenal dunia mu. ketika aku terlalu ambisius, kau pun meutup dan berlahan mebukakan lagi untuk ku.

Apa arti pertemuan ini..

pertemuan kita entah seperti dorongan yang membuat energi ini bertambah. sistem imunitas dalam tubuh ku menguat. Dikala tekanan demi tekanan ku rasakan. sampai suatu hari, di atas gedung kos lantai tiga. pada waktu itu aku berdiri di tepian teras jemuran. ditemani batangan rokok, memejamkan mata dan rasanya ingin berteriak sekersa-kerasnya. tapi, akal masih menahan tingkah frustasi ku. ratusan juta habis dilahap srigala. iya, maaf aku mengatakan dia sebagai Srigala berbulu domba. Dengan wajah teduh dan kini brerhasil menghabisi ku. Aku seperti dihantam badai kencang saat itu. dikala aku menghisap batangan haram, rasanya pun aku ingin melompat dari ketinngian lantai 3 itu. Ibu  menelpon, menyemangatiku dan memberi ku harapan utnuk bisa kembali bertahan.

ummah, kita dipertemukan karena sebuah komitmen bukan,.? dahulu aku berkata demikian dan kamu ingin berlaku fear. iya, kawan yang dari belanda yang kau tidak jadi jumpai. aku merekam pernyataan itu, ummah. dan banyak lelaki yang coba mendekati mu. Itulah, di awal obrolan kita aku pun sudah menyangka. Ternyata, prediksi ku pun berlaku. Empat tahun aku tidak menampakkan diri. karena takut cinta ini bertepuk sebelah tangan. dan yang terjadi, persis yang aku katakan bukan?...

ketika kau memarahi ku karena ucapan ku yang tidak terukur. mungkin, kurang etis dalam kamus hidup mu. Aku kau marahi dan waktu itu memang kondisimu kurang baik kan?  ummah' waktu itu diujung video note yang kau kirimkan. aku ingat ujung perktaanmu, ummah. kamu  berkata ''saya menunngu lelaki yang memperjuangkan cintanya''. kalimat terhenti, pipiku merona. Cinta, dahulu aku tidak mengerti apa itu cinta. tapi kini, stetmen itu pun yang lebih bnyak menghadangku. kadang menghajar dan membuat aku jalan dengan pincang. kadang tidak stabil. iya, prosesnya ketika kamu block aku di saat yang terakhir. aku berjalan tiada karuan. ketika klimaks permalasalahan ini meledak. kau hilang entah kemana. lebih parahnya, kau tidak memberi ku celah untuk aku bisa bernafas.

Rasanya dada ini dibungkam. pikiran ini dihimpit. Hal yang paling memilukan, ketika Ashraf memperlihatkan obrolan what's App mu dengan-nya. ketika membaca kalimat mu yang menyatakan aku ini seorang yang tidak jujur. lebih memperparah konsistensi ku. Rasanya remuk tulang ini. Rasanya aku ingin lari dari kenyataan pahit, dinilai olehmu. Ingat, ketika di kota wahyu itu, Aku naik ke tempat mu dan seolah hilang akal sehat ku. Mengejar dan ingin meraih maaf mu. iya, aku memang gila dan terus terbawa suasana emosional yang mengombang-ambing. pemikiran brutal ditambah dengan sms yang kau kirimkan ke ashraf bahwa pada saat itu aku sudah ''mengusir mu''. Hancur dan betul-betul kau hancurkan diri ini. kau menilai ku di saat aku terbakar. Di saat aku jatuh lebur dalam jurang hitam produk Mareso dan sekutunya.

Ummah, demi rasa sayang yang saat ini menjadi energi ku. Menjadi penyeimbang antara kegagalan dan semanagt mengejar keteringgalan. Pada saat itu Aku memang risau karena kecemburuan. Aku tidak sanggup mendenger ''penolakan dan kata tidak cocok''. Mencintai seseorang itu tiada takaran dan ukuran pastinya. Mungkin, saat ini kau menutup gerbang Istana mu. Meski sekuat apa pun diriku. Tetap, kapisitas ku tidak akan mampu merasuki benteng pertahan yang sangat kokoh itu. Ber-namakan prinsip dan hidup untuk masa yang lebih panjang menurut mu. kau betul-betul kuat untuk menjaga kehormatan mu. Maaf telah banyak membuat mu risih karena sikap ku yang membuat mu terganggu. Maaf, karena sikap respect ku belum bisa terbca oleh mu. Meski kau tahu, sikap mu telah membuat ku hidup di tengah bangkai persoalan. setiap sesuatu ada solusnya kan?. mencintai mu dalam diam dan do'a mungkin lebih baik untuk ku sekarang.

Terimakasih, dan aku berharap, di hadapan dinding besar ini. aku berdiri dan kembali bersimpuh hingga saatnya kau bukakan gerbang itu. ada waktunya dan aku akan menunggu... ! 

bersambung..... 

Sabtu, 09 Juli 2016

tentang-nya dik...

mereka adalah anak yang baik. lahir dari keluarga yang sangat sederhana. tiada harta yang masuk selain tahu darimana berasal. hidup cukup-cukupan. tiada berlebih cukup hidup dan membeli apa saja yang dibutuhkan. sungguh tidak berelebihan gaya hidup saudara-saudara ku. keluarga yang sangat iasa. sangat jauh aku beberapa saat ini. tapi sungguh kini aku rasakan kehangatan yang sebenarnya. adik yang membutuhkan sosok kaka yang bisa mengajarinya tentang hidup. iya dik, hidup itu sangat susah. banyak hal yang perlu diperjuangkan dalam hidup ini. aku ingin kehiudapan kalian bisa lebih baik dari kehidupan kaka. saya yang tidak pernah menoreh prestasi. susah menyeesaikan sesuatu dengan konsisteen. kaka sejauh ini belum ada pencapaiinya. tapi, apakah dengan ini saya berhenti.

iya dik, memang banyak hal yang perlu kita pelajari dan jangan tergesa-gesa bila mengingankan sesuatu. karena ketergesa-gesaan itu adalah syaitan. tenang lah dalam bersikap. arif dalam sebuah kebijakan. mata mu harus memandang kedepan. jangan hiraukan latar belakang mu dan berjalan lah di mjuka bumi ini dengan penuh kerendahan diri. dan anggaplah bahwa Allah lah yang pantas sombong karena semua adalah miliknya.

kecantikan, keuletan, prestasi, dan pencapaian yang banyak. jangan lah ditebar hingga bisa menyakiti perasaan orang lain. dik, terus lah kau menjadi hambah Allah yang bersyukur. syukuri orang yang datang dan rela mengorbankan apa saja untukmu. hargai mereka dengan balik respect kepadanya. hindari dari buruk sangka dan jangan mudah menilai seseorang. dik, dunia ini hanya untuk orang-orang yang kuat. bila saatnya tiba, akhir perjalanan manusia akan berakhir pada titik, di titik itulah keidupan sebenarnya. belajar lah dik untuk bisa bertemu penguasa ini.

dik memang perkataan kaka berat, tapi sungguh kaka kini mendapatkan ketenangan yang sangat indah. damai di rasa dada, nikmat aku dalam pikiran. memikirkan cinta memang berat. tapi menjalani kehidupan amatlah mudah. adik. aku sayang kalian, aku sayang seseorang. tapi sayang ini aku dekap erat-erat. ketahuilah cinta itu bukan sekedar ucapan, melainkan pembuktian bahwa cinta adalah jalan menuju kebahgiaan.

cinta.

cinta yang aku rasakan adalah cinta kepada kalian. keluarga kecil kita. di rumah yang dibangun ini. indah bunga-bunga yang di tanam di pekarnagan. bewarna-warni. kendaraan yang seadanya tapi syukur ini sudah buat kita sangat bahagia, menjalani apa yang ada. mengihrup udara Tuhan yang diberi cuma-cuma ke pada kita, itulah cinta dik, cinta pada semesta dan yang teragung cinta pada Pemiliknya.

dengan kuasanya, hati yang benci bisa menjadi cinta. hati yang terbawa nafsu bisa dibuatnya tenang. gapailah Tuhan mu dalam kesendirian. di kala pikiran mu tenang sembah lah ia dengan penuh khidmah. bayangkan bila itu akan menjadi shlat terakhir kita.

dik.. aku rindu seseorang. iya, mungkin seseorang yang akan mendampingi ku. seseorang yang hatinya lembut, prinsipnya kuat. katanya dia masih merindukan seorang ponakannya. tapi, sudah lah ini adalah urusan pribadinya. urusan yang harus dia jalani dengan ketabahan. aku sayang entah membahasakannya seperti apa. aku hanya nyaman dalam kondisi ini. kondisi dimana hanya Allah yang bisa menghibur ku. aku ingin mendapat cinta sejati, cinta yang dirajut dengan doa dan perjunagan.

dik, Aku inign mati dalam pelukanNya, hidup bermnfaat atas bimbinganNya. Tuhan maha segalanya. menciptkan rasa dan mendamaikan sanabari. ya Allah beri lah arti dari perjuangan ini. dan aku sangat ingin dia yang mendampini ku dunia akhirat. iya wanita yang Kau pertemukan aku di kota nabi Mu. kini mungkin kita berfikir untuk membangun sebuah kehidupan yang baik, tapi aku lebih ingin hidup bersamanya dalam keadaaan senang, senang, senang, dan bahagia, bila klelak waktu itu mempertemukan kita jadikanlah hambah sebagai pria yang cocok dan ideal di pikirannya.

Aku berusaha ya Allah.. berusaha dengan sujud yang selalu ku peruntukkan hanya untukMu. doa yang selalu terselip nama baiknya. nama yang menjadi penyemangat ku. dan aku ingin dia menjadi wanita yang bisa mendamaikan ku, meski mungkin saat ini kita berusaha menjadi karakter lebh baik. Mungkin saat ini aku tidak bisa menjaga dan memberinya apa yang dia butuhkan. Tapi Allah maha segalanya bukan. aku titip Allah padanya dik, dia yang ku sayang, dia makhluk Allah Allah yang aku cinta. semoga takdir menjodohkan kita. semoga keluarga kecil yang minim ini, bisa bersanding dengan keluarga hebat mu. keluarga yang ideal di mata ku. keluarga yang lembut dan mendidik benih-benih kesuksesan. Allah musta'an jagalah makhluk indah itu. buat lah terhindar dari segala kesulitan dalam mengejar apa yang di dambanya.

itulah dik, sedikit ceritaku tentang wanita idaman itu. jaga lah Allah di hati mu dan buat lah hari mu indah. karena Allah yang merancang serta mengatur segala apa yang kita saksikan.

Senin, 04 Juli 2016

Doa

kawan... tahukah kamu bagaimana perasaan ku saat ini, gambaran yang indah bila difokuskan pada alam fikir. dalam imjanasi, aku berkhayal sedalam-dalamnnya. perasaan di dada mengajak ku menari dan terus mendekap kasih indah yang nikmat di rasa dada. kawan.. engkau dimana saat ini, apa kau lagi menikmati puasa mu? atau kamu lagi nikmat bersama malam mu. malam yang sejuk tanpa gangguan yang menekan bathin. kawan.. maaf aku masih sayang pada mu, dan aku tetap memandang mu dalam kesejukan mata bila dipejamkan.

titik ikhlas tidak bisa dibahasakan, ini adalah kesukaran untuk dilogikakan. ikhlas tempatnya di hati kan? sama dengan cinta, rasa menyayangi, takut, dan juga ada rasa dengki dan sombong di tempatkan di pelatarannya, perih suasana tak terbayang ini. engkau berseri kembali di hatiku. seperti bunga mawar yang harumnya memikat, seperti bunga matahari yang pandagannya memukau, seperti tanaman indah yang tertata rapih di taman keindahan. Ya Allah, aku kembali mengingat-nya. aku tak tahu harus bagaimana... bayangan itu mengajak ku berdoa...

                               ***

Ya Robbana, ikhlaskan hati ini untuk melepas,
berilah ia kedamaian dimanapun ia berada.
bunga yang indah yang pernah ia petik di kota nabi mu,
tatapan dan perhatian yang sempat mekar di perjumpaan kita

enkau maha Rohman ya Allah..
masih kah ada harapan untuk ku
masih kah aku bisa merasakan kenikmatan ini
masihkah aku terus dalam lamunan ini
masihkah aku bisa menekan perasaan ini,

Ya Allah.. mengapa ada duri di tangkai mawar.
mengapa anggrek di taman itu berwarna putih
mengapa banyak kupu-kupu bermain di taman bunga.
mengapa keindahan itu mengallir menentrmkan mata.

mengapa Allah... ada keindahan bila tidak untuk disyukuri,
mengapa ada cinta bila itu tdak terbalaskan.


mengharapkan kasih sayang baku
kaku aku tertiup angin menerpa
aku terdiam di dalam sukma..

air mengalir deras membawa aku pada poros kesejukan
patah hati berubah menjadi derah hati
dimana dirinya berada...

apakah dalam sujud itu ya Allah
apakah dalam istighfar itu ya Ya Jalil
apakah dalam tasbih dan kalimta hamdalah namanya bisa hilang di pikiran ku

Ya Allah buat lah aku ikhlas untuk melepaskan
cinta sejati hanya lah engkau Ya Allah.. sang pemilik cinta dan keindahan meliputi segala ruang.

ya zal jalal... berilah keutuhan iman untu ku. berilah ampunan untu ku, berilah maaf untuk ku
aku lali mengingat mu aku dusta dalam pencarian ini.
teguran mu sungguh indah Ya Allah. asma mu maha bijksana dan penuh hikmah..



                        ***

hari ini aku belajar untuk menghargai hidup dan berpikiran positif untuk menyelesaikan segela problem, menyelesaikan segala tuntutan, dan mengejar masa depan indah di penghujung sana.
InsyaAllah, Allah selalu ada di hati orang-orang beriman. terimakasih kawan.. 










Sabtu, 02 Juli 2016

RUANG

Aku disini menjelma menjadi pribadi baru, pribadi yang mungkin kamu tidak kenal, pribadi yang jauh dari padandangan dangkal mu. pandagan matematis yang hanya memikirkan satu sosok, sosok yang rapi dan ulet, sosok penyabar dan lebih suka mendengar masukan, sosok yang santai dan suka akan ketenangan. sosok itukan yang kamu cari, kamu dambakan bahkan kamu nanti. ingatkah perkataan mu dilkala kamu berkata diakhir Vidoe note di awal2 kita mulai dekat, engkau berkata untuk menanti lelaki yang memperjuangkan cintanya. di situ aku terdorong, beharap, akulah yang menjadi pria beruntung itu. 

THE IDEALIST
kedekatan makin bersahaja dan dirimu begitu mengindahkan kebersamaan.,aku terhanyut dan dibawa dalam harapan besar, mungkin cinta seperti ini. tapi, engkau tidak ingin mendengar kata cinta. engkau lebih ingin menjadi pecinta dikala daun sudah tersisir angin. daun telah bertebaran pada waktu yang Allah siapkan. Musim gugur. Ya.. musim gugur yang mengugurkan harapan menjadi daun kering tersapu dan dibuang untuk dihilangkan.


Begitulah kecintaan yang diawali dengan ketidak jelasan. Logika mendorong tapi nafsu terus mendera. Keinganan untuk bersua menjadi cara untuk membisikkan jiwa mu. Aku ada dan kau makin menjauh. Sulit diartikan memang. Langkah mu terus melejit menjadi wanita hebat. Aku pun disni dipenjarakan pada keadaan. Aku dirundung ketidaknyaman, harus disingkirkan seperti dedaunan di musim gugur. Kapankah musim semi itu kembali mewarnai hidup ku. Wanita yang aku damba sekian lamanya hilang dan aku harus menetap dalam ruang dimana aku dipenjarakan. 


Penjara apa yang aku maksud?

Penjara ini adalah masa rehabilitasi bagi saya, masa pemulihan, masa berfikir, masa mencermati keadaan-keadaan sebelumnya, Masa perenungan, dan masa untuk tidak keluar dan mecari angin yang lebih baik. Aku dipenjarakan dalam ruang hampah. Gelap dan hanya setitik cahaya masuh dari lobang kecil. Lubangan kecil yang membuat ada harapan. Harapan itu menjelma dan kini aku lebih senyap teduh dan makin nikmat rasa ku bila bersama harapan itu.


Aku mengintip ke lubang tersebut. Apakah di luar sana masa ada keindahan, masih ada harap untuk bisa kembali bangkit. Rasanya, penjara ini lebih baik bagi ku. Aaku memilih hidup seperti ini. Dalam sendiri hanya bisa bermunajat. Dalam sepi aku mengirimkan doa untuk jiwa-nya yang tengah berjuang. Dalam relung jiwa yang terbisikkan rindu. Aku memohon agar kesepian ini berujung pada kematian yang baik. Iya, mati adalah harapan setiap manusia. Di luar sana, banyak hal yang akan menghantam hidup ku. Social, keluarga, ekonomi, bahkan akademik yang menjadi musuh pemikiran ku. Aku tidak ingin keluar dan aku ingin tetap bercumbu dengan asah ku.


Cita-cita ku dibuat pupus di awal keindahan  paripurna. Denyut nadi ini berdenyuk tiada karuan. Ayahanda yang terjatuh sakit akibat ulah ku. Ibu ku yang selalu mendukug keputasan ku kini disibukkan sebagai tulang punggung juga penyemangat ku, bayangkan perjuangan ini? Menghabiskan segala apa yang dimiliki hanya untuk sebuah pertemuan semu. Frustasi yang berat yang melayang dimakan ego dan ekspekatasi, dalam keadaan ku yang termakan SAHABAT sendiri. Kenapa masih saja ekspektasiku kamu tuntut. Mengapa iming-imng itu masih dipertanyakan, aku sudah berjuang sejauh ini,. Tapi engkau tidak memilik insting yang baik terhadap sesama. Apakah sangkaan terhadap mu ini benar, atau hanya alam pemikiran liar ku saja. 


Mengapa Allah menitipkan rasa ini. Agar aku bersabar? Aku agar aku lebih menghargai? Agar aku  menjadi seorang yang mengisi masa depan gemilang, atau kehadiran mu sebagai penguat langkah ku? Mungkin apa saja bisa terjadi, aku masih bisa melawan kesepian ini. Bersabar dan menanti musim kembali bersemi. Harapan tumbuh bersama dedaunan yang kembali tumbuh, mencuat dan menggambarkan indahnya dunia ini. Aku tahu bahwa Allah sayang pada ku, tapi aku lebih tahu bahwa Allah tidak akn meninggalkan ku dimana pun aku berada. 

mengemis harapan dan hilangnya harga diri sempat ku pertanykan. mengapa waktu tiga hari tanpa kabar kau tidak terus terang dan menyatakan kebingungan mu. banyak orang mengorbitimu. banyak hal yang kamu bisa kerjakan. tapi, kau tetap datang memenuhi panggilan itu. aku jujur, aku rela melihat mu teduh dan berteteskan air mata di tempat paling mulia itu. pandangan ku yang sulit aku jaga, membuat ku semakin malu dihapan Tuhan. aku menjerit memohon agar aku bisa menjadi orang yang lebih bisa menghargai. meski hanya tatapan. tapi kini tatapan itu membuatku jauh dan hilang lah semua.

mulai dari pertemanan yang akrab, obrolan yang mendamaikan rongka pikiran, dan semua apa saja menjadi hal indah untuk dikenang. berubah menjadi susana buruk. aku seperti robot yang harus bekerja seperti  mesin komputer. seolah aku ini tiada perasaan yang dipandang hanya sebuah sistem. seolah aku mesin yang hanya dituntut andil dalam bersikap profesional., kesibukan mu menutp mata hati mu. dalam keadaan yang melilit dan diremukkan oleh keadaan super gila. hutang merintih, orang tua yang dirawat strok karena penyakit jantung dan komplikasi, aset semata wayang tergadai, hutang dan rasa malu terbuai dimana-mana. tapi engkau belum bisa memahami..

jadilah aku makhluk angker yang harus dihandari dan ditakuti. seperti sebuah bangunan rapuh yang hanya untuk dirobohkan. bebatuannya djadikan bahan timbunan, besi dan perkakas lainnya dapat dimanfaatkan dan dijual bagi yang membutuhkan. diobral seperti pakaian di pasar murah.  digunjing seperti beberapa ibu rumah tangga yang bergaduh di tempat penjualan sayur. kemarahan yang memerah, menuntut gaji yang untuk hidup ku sendiri yang sulit aku penuhi kebutuhan ku. menuntut dihargai padahal aku dianggap tiada harganya. pikirlah sayang.. aku masih waras. aku hidup dan dipenjarakan dalam ruang suci. meski sepi dan hanya sayapan2 doa yang terurai.meski lantunan maha suci Allah menjadi obat ku dikala merindu. itulah aku yang kau anggap manusia ahli nereka karna perbuatan tidak sesuai dengan pa yang aku katakan.

terimaksih sudah mengingatkan, dan menyeretku ke tempat terdamai ini. meski sulit memaafkan. meski rasa kcewa itu sempat ada. meski keputusan itu membuat mu menjadi orang yang semakin tangguh. maafkan aku yang pernah hadir dalam hidup mu.





 
 
 

RUANG


Aku disini menjelma menjadi pribadi baru, pribadi yang mungkin kamu tidak kenal, pribadi yang jauh dari padandangan dangkal mu. pandagan matematis yang hanya memikirkan satu sosok, sosok yang rapi dan ulet, sosok penyabar dan lebih suka mendengar masukan, sosok yang santai dan suka akan ketenangan. sosok itukan yang kamu cari, kamu dambakan bahkan kamu nanti. ingatkah perkataan mu dilkala kamu berkata diakhir Vidoe note di awal2 kita mulai dekat, engkau berkata untuk menanti lelaki yang memperjuangkan cintanya. di situ aku terdorong, beharap, akulah yang menjadi pria beruntung itu. 


THE IDEALIST

kedekatan makin bersahaja dan dirimu begitu mengindahkan kebersamaan.,aku terhanyut dan dibawa dalam harapan besar, mungkin cinta seperti ini. tapi, engkau tidak ingin mendengar kata cinta. engkau lebih ingin menjadi pecinta dikala daun sudah tersisir angin. daun telah bertebaran pada waktu yang Allah siapkan. Musim gugur. Ya.. musim gugur yang mengugurkan harapan menjadi daun kering tersapu dan dibuang untuk dihilangkan.


Begitulah kecintaan yang diawali dengan ketidak jelasan. Logika mendorong tapi nafsu terus mendera. Keinganan untuk bersua menjadi cara untuk membisikkan jiwa mu. Aku ada dan kau makin menjauh. Sulit diartikan memang. Langkah mu terus melejit menjadi wanita hebat. Aku pun disni dipenjarakan pada keadaan. Aku dirundung ketidaknyaman, harus disingkirkan seperti dedaunan di musim gugur. Kapankah musim semi itu kembali mewarnai hidup ku. Wanita yang aku damba sekian lamanya hilang dan aku harus menetap dalam ruang dimana aku dipenjarakan. 


Penjara apa yang aku maksud?


Penjara ini adalah masa rehabilitasi bagi saya, masa pemulihan, masa berfikir, masa mencermati keadaan-keadaan sebelumnya, Masa perenungan, dan masa untuk tidak keluar dan mecari angin yang lebih baik. Aku dipenjarakan dalam ruang hampah. Gelap dan hanya setitik cahaya masuh dari lobang kecil. Lubangan kecil yang membuat ada harapan. Harapan itu menjelma dan kini aku lebih senyap teduh dan makin nikmat rasa ku bila bersama harapan itu.


Aku mengintip ke lubang tersebut. Apakah di luar sana masa ada keindahan, masih ada harap untuk bisa kembali bangkit. Rasanya, penjara ini lebih baik bagi ku. Aaku memilih hidup seperti ini. Dalam sendiri hanya bisa bermunajat. Dalam sepi aku mengirimkan doa untuk jiwa-nya yang tengah berjuang. Dalam relung jiwa yang terbisikkan rindu. Aku memohon agar kesepian ini berujung pada kematian yang baik. Iya, mati adalah harapan setiap manusia. Di luar sana, banyak hal yang akan menghantam hidup ku. Social, keluarga, ekonomi, bahkan akademik yang menjadi musuh pemikiran ku. Aku tidak ingin keluar dan aku ingin tetap bercumbu dengan asah ku.


Cita-cita ku dibuat pupus di awal keindahan  paripurna. Denyut nadi ini berdenyuk tiada karuan. Ayahanda yang terjatuh sakit akibat ulah ku. Ibu ku yang selalu mendukug keputasan ku kini disibukkan sebagai tulang punggung juga penyemangat ku, bayangkan perjuangan ini? Menghabiskan segala apa yang dimiliki hanya untuk sebuah pertemuan semu. Frustasi yang berat yang melayang dimakan ego dan ekspekatasi, dalam keadaan ku yang termakan SAHABAT sendiri. Kenapa masih saja ekspektasiku kamu tuntut. Mengapa iming-imng itu masih dipertanyakan, aku sudah berjuang sejauh ini,. Tapi engkau tidak memilik insting yang baik terhadap sesama. Apakah sangkaan terhadap mu ini benar, atau hanya alam pemikiran liar ku saja. 



Mengapa Allah menitipkan rasa ini. Agar aku bersabar? Aku agar aku lebih menghargai? Agar aku  menjadi seorang yang mengisi masa depan gemilang, atau kehadiran mu sebagai penguat langkah ku? Mungkin apa saja bisa terjadi, aku masih bisa melawan kesepian ini. Bersabar dan menanti musim kembali bersemi. Harapan tumbuh bersama dedaunan yang kembali tumbuh, mencuat dan menggambarkan indahnya dunia ini. Aku tahu bahwa Allah sayang pada ku, tapi aku lebih tahu bahwa Allah tidak akn meninggalkan ku dimana pun aku berada. 


mengemis harapan dan hilangnya harga diri sempat ku pertanykan. mengapa waktu tiga hari tanpa kabar kau tidak terus terang dan menyatakan kebingungan mu. banyak orang mengorbitimu. banyak hal yang kamu bisa kerjakan. tapi, kau tetap datang memenuhi panggilan itu. aku jujur, aku rela melihat mu teduh dan berteteskan air mata di tempat paling mulia itu. pandangan ku yang sulit aku jaga, membuat ku semakin malu dihapan Tuhan. aku menjerit memohon agar aku bisa menjadi orang yang lebih bisa menghargai. meski hanya tatapan. tapi kini tatapan itu membuatku jauh dan hilang lah semua.


mulai dari pertemanan yang akrab, obrolan yang mendamaikan rongka pikiran, dan semua apa saja menjadi hal indah untuk dikenang. berubah menjadi susana buruk. aku seperti robot yang harus bekerja seperti  mesin komputer. seolah aku ini tiada perasaan yang dipandang hanya sebuah sistem. seolah aku mesin yang hanya dituntut andil dalam bersikap profesional., kesibukan mu menutp mata hati mu. dalam keadaan yang melilit dan diremukkan oleh keadaan super gila. hutang merintih, orang tua yang dirawat strok karena penyakit jantung dan komplikasi, aset semata wayang tergadai, hutang dan rasa malu terbuai dimana-mana. tapi engkau belum bisa memahami..


jadilah aku makhluk angker yang harus dihandari dan ditakuti. seperti sebuah bangunan rapuh yang hanya untuk dirobohkan. bebatuannya djadikan bahan timbunan, besi dan perkakas lainnya dapat dimanfaatkan dan dijual bagi yang membutuhkan. diobral seperti pakaian di pasar murah.  digunjing seperti beberapa ibu rumah tangga yang bergaduh di tempat penjualan sayur. kemarahan yang memerah, menuntut gaji yang untuk hidup ku sendiri yang sulit aku penuhi kebutuhan ku. menuntut dihargai padahal aku dianggap tiada harganya. pikirlah sayang.. aku masih waras. aku hidup dan dipenjarakan dalam ruang suci. meski sepi dan hanya sayapan2 doa yang terurai.meski lantunan maha suci Allah menjadi obat ku dikala merindu. itulah aku yang kau anggap manusia ahli nereka karna perbuatan tidak sesuai dengan pa yang aku katakan.


terimaksih sudah mengingatkan, dan menyeretku ke tempat terdamai ini. meski sulit memaafkan. meski rasa kcewa itu sempat ada. meski keputusan itu membuat mu menjadi orang yang semakin tangguh. maafkan aku yang pernah hadir dalam hidup mu.