Belajar itu membuat orang tidak tahu menjadi tahu, Mengupas kepribadian hingga menjadi dewasa, Memb

Senin, 15 Agustus 2016

seleksi hidup

kadang aku harus berlari mengejar harapan. kadang harus meneteskan air mata mengenang kekalahan yang pernah ada. di sini aku masih merintih memohon belas kasih. akan kah kesempatan itu terulang.? sangat miris hidup ini jika terombang-ambing dalam kasih yang tak pantas. apakah ini cinta yang bertepuk sebelah tangan, atau masih ada harapan untuk berjuang.

logika kadang dikandaskan rasa. informasi yang masuk kadang membuat diriku hampah tiada tara. aku kadang berbaring dan terus saja, fikiran ini suntuk tak berdaya. dihantam kemungkinan-kemungkinan buruk tentang mu. tentang pria lain yang datang ingin menjemputmu. aku sudah kalah dalam pertarungan ini. pengorbanan dengan modal nekat dan kebodohan. masih ada kah kesempatan Tuhan.... masih adakah harapan...???

selama bertahun-tahun aku berharap bisa bertemu dengannya. dengan pesona yang ia lampirkan. kadang membuat ku ingin mengahpusnya dalam pandangan. selalu tersenyum dan membuat hati ini terguncang. mengapa ada wanita di dunia ini. apa ingin merusak atau untuk megokohkan persendian lelaki. betapa banyak lelaki mnegorbitimu. tanpa kau sadari, aku bagai orang tak berdaya. terlalu parcaya akan sebuah takdir. katakan.. pertemuan kita hanya sebuah dongeng, hanya kebetulan. dikala mencari kesempurnaan, kau membuang aku dengan begitu sadis. tak memberi harapan, menutup segela kemungkinan yang ada. Engkau kadang berlaku sinis dan tak lembut lagi padaku. padahal, terang-terang aku butuh seseorang. memang hanya Allah yang adil dan baik berlaku pada manusia. makhluk kadang menyakiti kadang menyantuni.

pikiran ku lepas terbawa suasanan buruk. dikala hujan melanda, terkadang doa pun datang menemani. bagai kesepian ketika sujud. kesepian dan ketenangan terlampirkan dalam munajat penuh pengharapan. dirinya pergi dibawa angin dan hilang entah kemana. aku mengintip dibalik jendala. aku menatap senyum yang masih membeku. menatap kedinginan yang dipoleskan dengan teduh dan sayu.. mengapa hujan ini begtiu merdu, membuat ku lelah untuk bermimpi dan membuat ku semnagat untuk berdoa. katakan.. kita akan bertemu, kita akan bersama, cinta ini terlalu sakit untuk dipendam. terlalu damai dibayangkan. andaikan langit berbicara, bintang berteriak, awan berdasnsa dengan lunglai. akan kah aku bertanya dan mereka menjawab tanya ku...

mendoa kan dirimu adalah satu-satunya cara mencapai ketenangan batin. ketika sholat menyebut asmaNya yang maha kuasa. kau pun tak kuasa ku dengungkan. tangan mengadah, suara Amin yang menderuh bagaikan aku tak sendiri. aku bersama jamaah sholat yang setia mendoakan mu. suara itu indah bila aku renungkan. bagaikan rintik air yang menusuk sukma. dalam suasana hati terus aku berdoa. risih bukan? aku selalu bertanya pada gemuruh riuh yang bersahaja. akan kah malam akan berakhir dan mentari siap menyinari ku..?

Tunduk ku pada Ilahi Robbi. aku berlutut memohon agar segala kesalahan ini diampuni. begini rasanya dibuai. terombang ambing tanpa sebuah kejelasan. ketika doa terpanjat. aku memohon agar aku diberi kesempatan, diberi ketenangan, diberi ketenangan.... Mungkin kah ini adalah gejolak muda yang harus aku ikrar kan.? di hadapan Tuhan maha kuasa. ketika ketidak cocokan membisik jiwa mu, dengan serta merta kau lontarkan kalimat itu. menyakitkan. ingatkah betapa semangatnya aku untuk menjemput kehadiran mu. aku lelah dalam perjalanan panjang. melintasi udara membentang. menyayat jiwa bila dikenang.

oh wanita.. dalam kehancuran aku berupaya untuk bisa tampil di hadap mu. sikap yang kacau dibalut keadaan ingin tampil terbaik. ternyata, memang dirimu lebih suka sebuah kejujuran. aku jujur tak sanggup tidak memiliki mu kala itu. aku cemburu bukan main. mungkin aku hanya setetes tinta yang harus dihapus dalam hidup mu. aku bukan yang terbaik, bukan yang terindah, bukan lagi orang yang kau harapkan. orang yang bisa membimbing untuk sisa hidup mu. bukan lagi orang yang bisa menyemangati dan kau jadikan panutan. kau mencari lagi, dan terus mencari...

Ya Tuhan ku. ikhlas kah hambah mu? jika pengorbanan sebesar bumi, mampu kah hambah menandingi besarnya bima sakti. mampukah hambah bersabar nan tiada ujungnya. bagaikan lonceng yang berbunyi memercikkan bunyi gembala di teliga ku. bagaikan aku harus hilang dan kadang tak sanggup melepas. apakah sujud bisa menenangkan semua? apakah hambah hanya bisa berdiam dan menunggu hasil terbaik Mu. sulit ya Allah.. begitu sulit. maafkan aku ya Rob...

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar