belajar itu membuat orang tidak tahu menjadi tahu, mengupas kepribadian hingga menjadi dewasa, membuat si miskin menjadi kaya akan wawasan, membuat lemah menjadi kuat, dan menjadi pribadi yang lebih takut kepada Allah.
Belajar itu membuat orang tidak tahu menjadi tahu, Mengupas kepribadian hingga menjadi dewasa, Memb
Kamis, 19 Mei 2016
Minggu, 15 Mei 2016
Seperti apa yang manusia itu inginkan..
aku bagai rumput yang tertiup angin. mengahrapkan belaian kasih pada wanita trakasih. rasanya hidup ini berat kalau hanya terus mengimis tanpa helai kasih yang tak terbalaskan. kini dirnya kejam sekejam belati. perkataannya kadang menusuk, tingkahnya kadang menyabit. apakah segitu istimewanya dirimu.? sampai aku harus mati jika terus memperjuangkan perasaan ku. Engkau terlalu sulit dipahami. begitu tinggi tuk aku gapai. mengapa tuhan mengutus perasaan cinta. ya paling tidak aku lebih merasa dekat dengan pemilik Alam sememsta. sujud yang kurajut selalu kesertakan nama indah mu. meski engkau sangat tertutup, tapi aku yakin suau saat kamu akan membukakan pintu untuk ku.
di saat-saat yang tidak diberi kepastian seperti ini. aku merasa tiada keberkahan yang bisa diraih. aku terlalu ambisi untuk mendapatkan mu. terlalu posesive ketika bersamamu. mengapa ada rasa seperti ini. andaikan angin itu datang menjelma menjadi naluri. biarkan perasaan ini ditiup angin. agar dia tidak selalu berada dalam pikiranku. Aku sangat sulit berpaling. yang aku pikirkan bagaimana bisa sukses sedini mungkin. kuliahan yang terbengkalai. apakah aku tipe orang yang bisa jaya. jaya dalam omongan yang terlalu besar. katanya sebuah ekspektasi. sebuah ambisi yang menggebu. dan aku katakan saja, aku ini egois dan agresif. mudah-mudahan engkau puas telah menggoyang bahteraku. konsistensi yang aku bangun kandas dihadapan paras mu yang memukau.
Engkau yang cantik, dan memiiliki ribuan mimpi sejuta angan. Engkau akan sukses. kau wanita karir yang menjaid idola para lelaki. Engau begitu istimewa tuk ku istimewakan. nama cantik mu selalu menjadi pembawa doa jika aku kembali mengingat mu. mengingat pertemuan kita di Kota nabi. mengingat kebersamaan kita di Kota wahyu. Engkau wanita yang ku sayang, ku perjuangkan, mudah-mudahan Allah menakdirkan kita tuk menjadi satu. hanya satu harapan ku,...
Bawalah aku ke surga bersamamu
mengapa tawa itu selalu terseret dalam lamunan. mengapa aku menjadi lelaki yang selalu terdiam. apa pencapaian ku. dirinya merasa tidak nyaman bersama ku. akankah aku harus memukul kaca jendela, atau cermin di hdapan. aku terlalu sayang dan menggebu perasaan ini. aku tidak ingin mengingatnya lagi. mengingatnya hanya akan menyayat perasaan ku. mengapa aku jatuh cinta Tuhan, aku ingin membangunnya jika ia rela bangun bersama ku. mengapa aku jatuh cinta, mengapa perasaan ini menghancurkan bangunan kokoh yang Aku banungun. ya Allah aku sayangi dia. aku tak bisa melihatnya bersama orang lain. aku ingin mati dimakan rasa rindu, pertemuan yang mustahil secara logika. dia sudah takut melihat ku. aku bagai hantu yang mengantarkannya ke tempat terdamai. bagai monster yang membuatnya teresat ke alam surga Mu. mengapa kau beri harapan jika kamu hanya menjajaki ku. mengapa tidak menerima kekurangan diriku. ya sudah lah memang segala keindahan butuh perjuangan, pengorbanan, dan hati yang selalu syukur. aku syukur telah melihatmu. meski aku hanya semisal debu yang bisa kau tiup jika engkau tidak menginkan ku lagi.
Aku emosional detik-detik ini
kini sebatas itukah engkau menghampiriku. setetes harapan yang dibingkai dengan butiran empun tak tersapa mata. lambaian indah di akhir perjumpaan. suara yang teduh di akhir perjalanan. apa kah cukup seperti itu kau menolak ku. kecocokan yang kamu cari tiu tidak akan datang. apakah kamu menanti seorang nabi. sempurna, cocok, dan bisa mendamaikanmu. aku tidak habis fikir. mengapa saat-saat itu begitu mencekam pribadi ku. aku berburu kumbang dan kudapati kupu-kupu yang hinggap di bunga matahari. indah rasanya jika bisa bersamamu. mengapa selalu aku menyalahkan keadaan dan kondisi mental yang belum siap menemuimu. aku berpersangka baik kepada Tuhan. ini sudah jalannya. aku diminta sabar dan Ikhlas.
ya semacam signal Ilahiah yang mendorong ku tuk selalu sujud dan berdoa. Jika itulah jalannya aku memohon agar tiada pemburu lain yang hinggap di taman mu. jika kuasa ku tak mampu. Tuhan maha segalaya. Aku memohon ampun dan meminta ampun dari segal dosa dan kesalah ku. khilaf telah jauh darinya. khilaf karna jatuh cinta di makhluk indah yang berserih senyum indah di wajahnya. Aku datang atas doa dan tangis harap kepada Tuhan ku. selama Tuhan belum mencabut nyawaku aku tetap ada pada satu makhluk bernamakan bahagia. doakan kesuksesan ku. aku akan mengapai jalan Tuhan agar bisa meraih kebahagiaan itu. Alllahu Robbi Musta'an ala ma tashifun...
di saat-saat yang tidak diberi kepastian seperti ini. aku merasa tiada keberkahan yang bisa diraih. aku terlalu ambisi untuk mendapatkan mu. terlalu posesive ketika bersamamu. mengapa ada rasa seperti ini. andaikan angin itu datang menjelma menjadi naluri. biarkan perasaan ini ditiup angin. agar dia tidak selalu berada dalam pikiranku. Aku sangat sulit berpaling. yang aku pikirkan bagaimana bisa sukses sedini mungkin. kuliahan yang terbengkalai. apakah aku tipe orang yang bisa jaya. jaya dalam omongan yang terlalu besar. katanya sebuah ekspektasi. sebuah ambisi yang menggebu. dan aku katakan saja, aku ini egois dan agresif. mudah-mudahan engkau puas telah menggoyang bahteraku. konsistensi yang aku bangun kandas dihadapan paras mu yang memukau.
Engkau yang cantik, dan memiiliki ribuan mimpi sejuta angan. Engkau akan sukses. kau wanita karir yang menjaid idola para lelaki. Engau begitu istimewa tuk ku istimewakan. nama cantik mu selalu menjadi pembawa doa jika aku kembali mengingat mu. mengingat pertemuan kita di Kota nabi. mengingat kebersamaan kita di Kota wahyu. Engkau wanita yang ku sayang, ku perjuangkan, mudah-mudahan Allah menakdirkan kita tuk menjadi satu. hanya satu harapan ku,...
Bawalah aku ke surga bersamamu
mengapa tawa itu selalu terseret dalam lamunan. mengapa aku menjadi lelaki yang selalu terdiam. apa pencapaian ku. dirinya merasa tidak nyaman bersama ku. akankah aku harus memukul kaca jendela, atau cermin di hdapan. aku terlalu sayang dan menggebu perasaan ini. aku tidak ingin mengingatnya lagi. mengingatnya hanya akan menyayat perasaan ku. mengapa aku jatuh cinta Tuhan, aku ingin membangunnya jika ia rela bangun bersama ku. mengapa aku jatuh cinta, mengapa perasaan ini menghancurkan bangunan kokoh yang Aku banungun. ya Allah aku sayangi dia. aku tak bisa melihatnya bersama orang lain. aku ingin mati dimakan rasa rindu, pertemuan yang mustahil secara logika. dia sudah takut melihat ku. aku bagai hantu yang mengantarkannya ke tempat terdamai. bagai monster yang membuatnya teresat ke alam surga Mu. mengapa kau beri harapan jika kamu hanya menjajaki ku. mengapa tidak menerima kekurangan diriku. ya sudah lah memang segala keindahan butuh perjuangan, pengorbanan, dan hati yang selalu syukur. aku syukur telah melihatmu. meski aku hanya semisal debu yang bisa kau tiup jika engkau tidak menginkan ku lagi.
Aku emosional detik-detik ini
kini sebatas itukah engkau menghampiriku. setetes harapan yang dibingkai dengan butiran empun tak tersapa mata. lambaian indah di akhir perjumpaan. suara yang teduh di akhir perjalanan. apa kah cukup seperti itu kau menolak ku. kecocokan yang kamu cari tiu tidak akan datang. apakah kamu menanti seorang nabi. sempurna, cocok, dan bisa mendamaikanmu. aku tidak habis fikir. mengapa saat-saat itu begitu mencekam pribadi ku. aku berburu kumbang dan kudapati kupu-kupu yang hinggap di bunga matahari. indah rasanya jika bisa bersamamu. mengapa selalu aku menyalahkan keadaan dan kondisi mental yang belum siap menemuimu. aku berpersangka baik kepada Tuhan. ini sudah jalannya. aku diminta sabar dan Ikhlas.
ya semacam signal Ilahiah yang mendorong ku tuk selalu sujud dan berdoa. Jika itulah jalannya aku memohon agar tiada pemburu lain yang hinggap di taman mu. jika kuasa ku tak mampu. Tuhan maha segalaya. Aku memohon ampun dan meminta ampun dari segal dosa dan kesalah ku. khilaf telah jauh darinya. khilaf karna jatuh cinta di makhluk indah yang berserih senyum indah di wajahnya. Aku datang atas doa dan tangis harap kepada Tuhan ku. selama Tuhan belum mencabut nyawaku aku tetap ada pada satu makhluk bernamakan bahagia. doakan kesuksesan ku. aku akan mengapai jalan Tuhan agar bisa meraih kebahagiaan itu. Alllahu Robbi Musta'an ala ma tashifun...
Langganan:
Postingan (Atom)