kamu datang bersamaan dengan peristiwa besar yang terjadi dalam hidup ku. kepergian mu meninggalkan noda tersendiri. noda yang mungkin harum, namun membuatku harus terlihat kotor. dirimu, bagai bintang yang sulit aku gapai. bagai awan yang tak mungkin aku bisa menyentuhnya. pergi dengan tanda tanya, dan menanti adalah hal kekonyolan bagi ku. di setiap saat aku harus melamun. mendambakan ada pesan kembali tertuju padaku. ada semangat yang kembali bisa membakar motivasi ku. kini engkau hilang, benar benar hilang. akupun harus mengalah pada takdir dan prinsip mu.
dirimu takkan goyang, walau badai menerpa mu.
rasanya aku harus berhenti. berhenti menjadi lelaki pengecut yang hanya menanti keajaiban. aku sirna dimakan waktu. aku hancur dan harus mengalah.
dirimu kini bagaimana dan seperti apa. apa pedulinya aku? di saat aku terjatuh tiada tangan yang menolong ku tuk tetap bangkit. hanya keluarga yang rela mengorbankan apa saja. rela menjadi beban agar aku bisa kembali berdiri. sosok mu hilang, karena mungkin kau telah menikmati ku. pengorbanan yang kamu rasakan dan bawa pergi. derita pun kau rela tinggalkan. bagaimana hukum karma bagi mu kelak. aku kesal dengan takdir itu. mengangkat batu gunug, dan jatuh menyakiti tubuh ku sendiri. bagai berjudi, aku kalah telak. bila mengikhlakan kehilangan itu. ya.. aku dituntut ikhlas. masih ada serpihan yang mungkin bisa membawa mu. tapi itu mungkin telah kau lahap. dan hilang bersama prinsip mu. kejaaam. sangat kejam.
aku pun terhiasi asap rokok. membumbung seperti harapan yang pernah aku gadai. jatuh dan terkapar seperti mayat. tapi kamu tetap pergi. entah seperti apa hukum Tuhan berlaku pada mu. apakah kamu yakin hidup mu bisa baik dengan menganggap ku sampah. telah berkorban, tapi kamu anggap itu hal biasa. biasa bagi orang yang mungkin kau anggap patung, dan bisa jadi yang kau maksud itu tidak punya rasa.
sakit yang kau torehkan itu berlebihan. cukup kembali datang dan menjadi orang yang baik. kamu telah hilang. hilang seperti asap rokok. hilang dan hanya menggalkan bau yang nista.
cukup...
aku angkat bendera untuk tidak mendekati mu lagi. aku hanya meminta kau hadir sebagai orang yang ada untuk sedikit mengobati apa yang aku derita. aku ingin kembali.... tolong kembalikan aku sebagai pelajar yang dekat dengan bukunya. sebagai pena yang tak henti - hentinya melukiskan kalimat indah. serta membuat ku kembali menjadi manusia di masa depan. hancur.. dikala hantaman badai aku harus berdiri. berjalan mencapai sebuah target finish untuk mengumpulkan apa yang disebut rupiah. aku menjadi pengejar materi. untuk apa..? untuk membayar segala yang telah habis dilahap ambisi dan sifat arogan ku. aku Tunduk ya Allah, bantulah hambah menyelasaikan dominan angka itu utnuk aku kembali bisa hadir di lautan ilmu Mu. aku merindukan Al Azhar dan pelangi yang nampak dari bukit megah Mu. aku ingin kembali....
bila orang yang menyakitiku harus sulit jalannya. permudah ya Allah. semoga cita - citanya tergapai. harapannya menemukan manusia hebat yang meurutnya cocok dengannya. pertemukan lah.. agar ia tidak menghancurkan banyak orang lagi.. dia tidak bermaksud jahat.. hanya saja jalannya salah. Ya Rob, semoga kata - kata ini. tidak begitu melukainya. sama dengan tindakannya pada ku.
aku sayang dia sebagai saudari yang telah menyadarkan ku. meskipun harus kehilangan. bawalah ia sebagai teman yang tidak ada beban di kemudian hari. aku ingin berdamai. menjadi lelaki benar. lelaki yang tidak mudah menyerah. lelaki yang masih ada masa depan di hadapannya. semoga kegagalan ini menjadi warna tersendiri yang mebuat ku menjadi makhluk Mu yang penyabar. jadikan ia wanita Istiqomah dan datang sebagai mentari yang membawa sinar bagi alam pikiran yang gelap. semoga Tuhan, engkau maha baik lagi bijaksana... Amin..
walau kata ini banyak menyakiti.
dirimu takkan goyang, walau badai menerpa mu.
rasanya aku harus berhenti. berhenti menjadi lelaki pengecut yang hanya menanti keajaiban. aku sirna dimakan waktu. aku hancur dan harus mengalah.
dirimu kini bagaimana dan seperti apa. apa pedulinya aku? di saat aku terjatuh tiada tangan yang menolong ku tuk tetap bangkit. hanya keluarga yang rela mengorbankan apa saja. rela menjadi beban agar aku bisa kembali berdiri. sosok mu hilang, karena mungkin kau telah menikmati ku. pengorbanan yang kamu rasakan dan bawa pergi. derita pun kau rela tinggalkan. bagaimana hukum karma bagi mu kelak. aku kesal dengan takdir itu. mengangkat batu gunug, dan jatuh menyakiti tubuh ku sendiri. bagai berjudi, aku kalah telak. bila mengikhlakan kehilangan itu. ya.. aku dituntut ikhlas. masih ada serpihan yang mungkin bisa membawa mu. tapi itu mungkin telah kau lahap. dan hilang bersama prinsip mu. kejaaam. sangat kejam.
aku pun terhiasi asap rokok. membumbung seperti harapan yang pernah aku gadai. jatuh dan terkapar seperti mayat. tapi kamu tetap pergi. entah seperti apa hukum Tuhan berlaku pada mu. apakah kamu yakin hidup mu bisa baik dengan menganggap ku sampah. telah berkorban, tapi kamu anggap itu hal biasa. biasa bagi orang yang mungkin kau anggap patung, dan bisa jadi yang kau maksud itu tidak punya rasa.
sakit yang kau torehkan itu berlebihan. cukup kembali datang dan menjadi orang yang baik. kamu telah hilang. hilang seperti asap rokok. hilang dan hanya menggalkan bau yang nista.
cukup...
aku angkat bendera untuk tidak mendekati mu lagi. aku hanya meminta kau hadir sebagai orang yang ada untuk sedikit mengobati apa yang aku derita. aku ingin kembali.... tolong kembalikan aku sebagai pelajar yang dekat dengan bukunya. sebagai pena yang tak henti - hentinya melukiskan kalimat indah. serta membuat ku kembali menjadi manusia di masa depan. hancur.. dikala hantaman badai aku harus berdiri. berjalan mencapai sebuah target finish untuk mengumpulkan apa yang disebut rupiah. aku menjadi pengejar materi. untuk apa..? untuk membayar segala yang telah habis dilahap ambisi dan sifat arogan ku. aku Tunduk ya Allah, bantulah hambah menyelasaikan dominan angka itu utnuk aku kembali bisa hadir di lautan ilmu Mu. aku merindukan Al Azhar dan pelangi yang nampak dari bukit megah Mu. aku ingin kembali....
bila orang yang menyakitiku harus sulit jalannya. permudah ya Allah. semoga cita - citanya tergapai. harapannya menemukan manusia hebat yang meurutnya cocok dengannya. pertemukan lah.. agar ia tidak menghancurkan banyak orang lagi.. dia tidak bermaksud jahat.. hanya saja jalannya salah. Ya Rob, semoga kata - kata ini. tidak begitu melukainya. sama dengan tindakannya pada ku.
aku sayang dia sebagai saudari yang telah menyadarkan ku. meskipun harus kehilangan. bawalah ia sebagai teman yang tidak ada beban di kemudian hari. aku ingin berdamai. menjadi lelaki benar. lelaki yang tidak mudah menyerah. lelaki yang masih ada masa depan di hadapannya. semoga kegagalan ini menjadi warna tersendiri yang mebuat ku menjadi makhluk Mu yang penyabar. jadikan ia wanita Istiqomah dan datang sebagai mentari yang membawa sinar bagi alam pikiran yang gelap. semoga Tuhan, engkau maha baik lagi bijaksana... Amin..
walau kata ini banyak menyakiti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar