engkau
kembali meransang imajinasi ku. lemah tapi berdaya. berjalan pada rel yang
sulit, engkau telah memilih sukarnya jalan mu. aku salut dengan kerja keras mu.
aku tak inigin orang lain menjauhkan mu dari cita-cita mu. lihat lah dirinya
yang tertidur pulas. dengan semangat baja dia menginjak bumi fir'aun dengan
brgitu perkasah. ditimpah panasnya gurun diapun meleleh tak berdaya. aku salut
dirimu dik yang masih tegar melawan arus yang sulit.
hari-hariku
begitu sulit. aku ingin bermanfaat bagi orang lain. aku ingin punya sesuatu
yang dilebihkan dari orang-orang lain. ini adalah dunia, tapi aku butuh itu
untuk memperbaiki diriku dan orang lain. aku ingin secepatnya meraih bintang.
aku ingin secepatnya mengambil mimpiku. tapi aku harus tertidur. aku harus menutup
mata. sampai tuhan mengantarku pada impian. impian yang mengajariku untuk
selalu syukur akan hidup ku.
wataknya
yang makin pemarah. dirinya yang semakin diam. seolah ribuan kesesalan yang hendak
dilontarkan ke dunia ini. dunia yang mengantarnya menjadi bosan. hai.. lihatlah
dirimu… ! dengan batangan rokok itu dia sudah menghancurkan mu. dengan
cita-cita dan gagasan mu yang ciut engkau bermain di atas kobaran api membakar.
aku
tidak mengerti apa yang tengah dipikirkan anak itu. dia yang pernah
membanggakan ku. dia yang pernah mengidolakan ku, dia yang selalu mau mengikuti
jejak dan petua ku. sekrang sudah ciut dibakar oleh batang rokoknya. kamu tidak
sekuat dia yang pekerja itu. lihatlah tubuh kerempengnya yang khas. kerja
kerasnya yang mudah-mudahan kelak ia rasakan hasilnya. setelah kesusahan pasti
ada kemudahan. itu untuk mu yang keras dalam menjani hidup.
tapi ada
lagi satu kisah. kisah tentang anak yang giat dan selalu bercerita. dia tidak
ada beban yang dipikul. berjalan tanpa dosa, tanpa menghiraukan orang sekitar.
aku meminta kepadanya untuk sebuah harapan hidup. tempat bersandar tapi dirinya
tidak akan rela bila permatanya aku rebut dari genggamannya. hingga sang malam
pun merebut terang dari dirinya. permatanya kabur dibawa tentara gelap berkuda
hitam. tiada kesan sulit yang ia pamerkan. dia hanya manusia abil yang tidak
punya tujuan. harapannya pupus dimakan logika. logikanya hilang ketika nafsunya
merona biru.
sunnguh
dunia ini penuh ceritaaa....
ada
seorang pengamat dan pemikir hebat. logikanya membuat seorang itu terpandang.
mungkin di mata ku. mungkin di mata teman ku, mungkin di mata banyak orang.
dengana gagasan dan pegalaman hidupnya dia ingin menghantam dunia. tpi nyalinya
tak seperti yang aku byakangkan. logika berkabut di kala pagi menyongsong, sang
sinar terbentang kabut pun hilang dari peradaran. aku cinta logika mu, tapi aku
tidak senang cara mu memandang orang yang lebih rendah dari mu. engkau bagai
pahalawan yang tidur di kemerlapan dunia ku.
tahukah
kamu, aku sedang bermimpi. aku salut dengan si kurus yang bau amis itu.
berjuang sekeras kesatria. demi cita-citanya, kesulitan ia terpa tanpa
mengetaskan logika. aku sayang kalian, tapi aku tak sebaik nabi, tak secerdas
merapti, tak seindah lautan bila sang sinar telah berlabu di pelukan pantai.
Begitulah aku yang masih terbawa arus, entah kapan aku berlabu. Berlabu pada
daratan cinta tempat tinggal yang diidamkan. Peluk sayang untuk ku. Aku
merindukan Mu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar