Dalam seminggu terakhir ini, aku sebut dengan minggu pembuktian. minggu penyesalan, minggu perenungunan. Kehadiran anda membuat gelap ku jadi terang. Aku masih tak mengerti, mengapa Tuhan menjadikan ku budak perasaan. Mengapa aku harus tunduk pada titik mengesalkan seperti ini. orang yang menghindari batangan rokok pun sekarang harus berteman dengannya. Orang yang selalu ceria menghadapi harinya harus sakit dan hilang cahaya hidupnya. Tolong! kalaupun anda harus pergi, tinggalkan aku dengan ketenangan. Aku ingin tenang seperti hari-hari sebeum aku menampakkan diriku.
Masa depan ku masih panjang, aku ingin bangkit dari sakitnya jatuh ini. Aku berdoa agar perempuan baik ini mau memaafkan ku. Berat rasanya. sudah banyak teman yang datang dan pergi dari hidup ku. aku bukanlah budak harta. Aku hanya ingin masa muda ku beraerti. dapat berguna bagi orang lain. Sekiranya bila aku harus dibenci. benci lah aku. cercah dan buanglah aku. Tapi aku masih muda, aku pun masih sulit memaksa diriku tuk dewasa. Jangan paksakakn aku tuk menjadi manusia sempurna. Aku lelah terbaring dan hanya menyesali diriku. Aku lelah menjadi pribadi yang harus menanggung rasa malu di sisa hidup ku.
Apakah anda sudah mengenali ku. Jangan menilai buku dari sampulnya. Baca dan telusuri semua halaman dan ambil pelajaran darinya. Apakah anda sudah mengenal bintang, dari jauh nampak kecil tapi sungguh Tuhan maha dahsyat meciptakan karya maha dahsyat itu. Aku tak luput medoakan anda. Dalam sujud ku sering ku titipkan namamu. aku memang orang bodoh yang pernah dilahirkan ibuku, tapi darah Arung masih mengalir di darah ku. dan harga diri lelaki di atas segalanya. Oh ibu, maafkan anak mu ini. sekarang dia hancur dibakar batang rokoknya. Dusta tuk lagi ingin bangkit dan membahagiakamu. saya harap sakit ini segara berakhir dan aku kembali menjadi anak mu.
Hidup kita sudah lama sekali kesulitan. Masa muda yang Kau ceritkan begitu sulit kau jalani ya Bu... maafkan aku ibu. aku tidak seperti dirinya yang sudah pergi. menjadi dokter dan melanjutkan studi di luar negri sudah pupus dipetik pemiliki-nya. bagai mawar mekar yang ketika harum ia pun dipetik oleh Tuannya. bapak yang semsestinya hidup sebagai pengacara hanya memilih menjadi pegawai biasa karena sebuah prinsip. hidup susah dan dililit kegagalan adalah keluarga ku. terima kasih telah mengajarkan ku banyak hal. pergilah dan tolong! aku hanya meminta maaf. tolong maafkan aku. Dan restuilah kebodohan ku tuk terus mendoakan anda..
wassalam...
Masa depan ku masih panjang, aku ingin bangkit dari sakitnya jatuh ini. Aku berdoa agar perempuan baik ini mau memaafkan ku. Berat rasanya. sudah banyak teman yang datang dan pergi dari hidup ku. aku bukanlah budak harta. Aku hanya ingin masa muda ku beraerti. dapat berguna bagi orang lain. Sekiranya bila aku harus dibenci. benci lah aku. cercah dan buanglah aku. Tapi aku masih muda, aku pun masih sulit memaksa diriku tuk dewasa. Jangan paksakakn aku tuk menjadi manusia sempurna. Aku lelah terbaring dan hanya menyesali diriku. Aku lelah menjadi pribadi yang harus menanggung rasa malu di sisa hidup ku.
Apakah anda sudah mengenali ku. Jangan menilai buku dari sampulnya. Baca dan telusuri semua halaman dan ambil pelajaran darinya. Apakah anda sudah mengenal bintang, dari jauh nampak kecil tapi sungguh Tuhan maha dahsyat meciptakan karya maha dahsyat itu. Aku tak luput medoakan anda. Dalam sujud ku sering ku titipkan namamu. aku memang orang bodoh yang pernah dilahirkan ibuku, tapi darah Arung masih mengalir di darah ku. dan harga diri lelaki di atas segalanya. Oh ibu, maafkan anak mu ini. sekarang dia hancur dibakar batang rokoknya. Dusta tuk lagi ingin bangkit dan membahagiakamu. saya harap sakit ini segara berakhir dan aku kembali menjadi anak mu.
Hidup kita sudah lama sekali kesulitan. Masa muda yang Kau ceritkan begitu sulit kau jalani ya Bu... maafkan aku ibu. aku tidak seperti dirinya yang sudah pergi. menjadi dokter dan melanjutkan studi di luar negri sudah pupus dipetik pemiliki-nya. bagai mawar mekar yang ketika harum ia pun dipetik oleh Tuannya. bapak yang semsestinya hidup sebagai pengacara hanya memilih menjadi pegawai biasa karena sebuah prinsip. hidup susah dan dililit kegagalan adalah keluarga ku. terima kasih telah mengajarkan ku banyak hal. pergilah dan tolong! aku hanya meminta maaf. tolong maafkan aku. Dan restuilah kebodohan ku tuk terus mendoakan anda..
wassalam...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar