Belajar itu membuat orang tidak tahu menjadi tahu, Mengupas kepribadian hingga menjadi dewasa, Memb

Jumat, 24 April 2015

Tentang mereka.


Sekelilingku ada berlian

ketika seseorang dirundung logikanya. segala hal berpaut pada logika. egonya terbaring diatas singgasananya yang empuk. tiada kuasa bagi sang hamba melayak pertanyaan. dirimu dikuasai pikiran-pikiran emprik. aku haus engkau menayangkan minuman raja pelepas dahaga. 

kawan ku yang baik. engkau begitu pandai menarik kesimpulan. di balik itu engkau seolah tegar dalam upaya yang engkau tangani. usaha mu sebesar gunung. tekad mu begitu rapi dalam tulisan-tulisan di dinding mu. menarik hati, tapi engkau tak terkirakan. 

ada kawannn,,, oh begitu indah... setelah mimpi datang, akupun dikeramatkan. apa yang mendatangi mu kawan.. 

aku sayang pada mu. engkau lah orang yang paling tahu diriku. bahkan dari bapak dan ibu ku. engkau bagai diriku yang dalam, mengetahui ku bahkan ketika aku hilang. teman ku yang baik, tetaplah di sisiku. aku membutuhkan mu untuk bersandar. tapi aku tidak bisa memberi lebih. harapan dan cita aku perpegangi tapi aku masih selembut sutera. yang halus hanya ketika disentuh. 

wahai sahabat ku. aku tak mampu membicarakan dirimu yang indah. ego mu sampai tak terpancar. sisi indah mu terpatri di hati ku. kata-kata mu yang sulit aku cerna dengan narasi. tapi menyayat masuk ke relung-relung. kebersamaan kita aku hargai. dedikasi mu aku sayangi. tapi entahhhh, sampai kapan ini berlanjut...?







                                                                                                                                                ***


Bertahan namun sakit

dia bergitu indah aku lihat dari dekat, tak berduri nan bernana seperti orang lain bilang. ketika terlihat dari kejauhan, sosoknya indah namun parasnya rusuh. 

dia.. adalah sinar di malam hari. pelita di malam hari. ketika fajar nampak oleh mata ia datang menghadap Tuhan. Tuhan apa yang ia sembah, agama apa yang ia anut. aku tak faham.. 

dia lontarkan aku harapan, harapan yang tak berujung. aku diperbudak oleh kuasanya. aku terima..

ketika membayangkan cinta, dirinya menawarkan racun.. wahai si"dia", nampakkan lah sisi mu. aku capek dalam permainan ini. tapi aku masih larut. karena tubuh ini labil ketika dibawa bencana.

aku masih butuh, .. aku takkan berhenti, mesti badai menghampiriku. mesti dusta aku jalaniii.. nista dan keringat khilaf bercucuran. aku tetap bertahan. meski hanya sesuap angan dan sedikit pegharapan. ada masa depan yang lebih baik. ada harapaan yang kepastiannya masih tertutup..

harapan itu bernama kemenangan yang sohor. kuatkan hati jalani hidup. itu lah jalan yang aku tempuh.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar