Belajar itu membuat orang tidak tahu menjadi tahu, Mengupas kepribadian hingga menjadi dewasa, Memb

Rabu, 15 Juni 2016

Terimakasih

Allah menginkan aku menjadi pribadi yang lebih baik. ketika Ia meperkenalkan rasa sakit, ketika Ia memenjarakan sakit hati, ketika Allah mendidikku dengan halus dan indah, meski rasanya itu pedih dan sangat perih. seorang Teman yang baik adalah teman yang menghendaki diri kita baik. berprasangka baik dan jangan jatuh pada persangka buruk. entah.. seberat apa perasaan yang kini aku alami. di bulan mulia ini adalah bulan pendekatan diri. Allah sayang pada ku dengan memperkenalkan manusia anggun yang pandai merajut harapan. ketika harapan ini menjadi bak bangunan di ruang hatiku, ditinggal dan diminta untuk bersabar. bersabar atau hanya sekedar asah. entah.. begitu baik mungkin dirinya. apakah teman yang baik meninggalkan temannya dikala perih melanda jiwa.

Aku menyesal menyatakan perasaan cinta ini, nampak di hadapannya dan menjadi orang yang hilang akal sehatnya. dirinya cerdas dan sangat unik. memiliki dunianya sendiri. tapi, mengapa dia sangat menyakiti ku. apakah memang perempuan diciptkan untuk menguji lelaki. perih dan memang rasanya sangat sakit. aku terbaring karena cinta dan patah hati. mengumbar harapan dan ada hanya aku yang terdorong untuk menjadi orang tergila. tapi, aku berprasangka baik. mungkin dirinya betul-betul ingin membangun masa depan yang indah. Entah dengan siapa, karena begitu banyak harapan ditebar, begitu banyak orang mengelilinginya. atau mungkin hanya prasangka ku saja. mulailah hidup dengan positive, wanita memang tameng kesuksesan, bila tak mempu meredam sakit hati akan jatuh diri ini ke jurang kenistaan.

selamat berpuasa, aku ingin hidup ku lebih baik, terimakasih telah mengajarkan ku arti penghambaan diri. memperkenalkan ku dengan rasa selalu berbaik sangka. bila engkau lahir untuk menguji ku. dari awal aku melihat mu sampai engkau melihat ku. maafkan kesalahan ini. aku tak ingin karma menapaki pringai indah mu. karena telah mnyakiti dan megecewakan seseorang. mengapa pada saat itu engkau hadir kembali, dan aku tahu suatu saat pasti aku akan sakit. aku tahu tapi aku selalu bodoh.

kini, hanya Allah yang menemani kepedihan ini. kesendirian dan pengabdian kepada ilahi Robbi.

maaf telah mengukir keresahan ini, sebetulnya aku damai dengan cara mu. Tuhan lebih baik untuk ku sekarang. aku menitih anak tangga ke arah lebih tinggi, lebih baik dan lebih percaya diri. bila hadirmu sempat menjadi harapan ku, aku meminta maaf. aku hanya ingin bernyanyi dengan kalam Tuhan, bermain di pkiran ku sendiri. meski kelihatan aku sudah hilang arah tujuan. aku masih belajar. belajar mewarnai hidup. entah masa depan ini seperti apa. cobaan apa yang akan datang di masa depan, engkau masih yang terbaik, yang menjadi tujuan indah yang hendak aku gapai. maaf aku ingin semprna. aku ingin menjadi seseorang yang lebih baik. meski sakit dan jatuh telah sering aku rasakan. meski dikecewakan dan ditinggalkan adalah kehidupan ku. aku masih bertahan. dalam diam aku memendam, dalam tenang aku terus mengingat. entah seperti apa ujung nya. terpenting aku masih ada untuk mengenang sebuah nama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar